Loading

Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 29 Juli 2013

Sejarah NU






Kalangan pesantren gigih melawan kolonialisme dengan membentuk organisasi pergerakan, seperti Nahdlatut Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916. Kemudian tahun 1918 didirikan Taswirul Afkar atau dikenal juga dengan Nahdlatul Fikri (Kebangkitan Pemikiran), sebagai wahana pendidikan sosial politik kaum dan keagamaan kaum santri. Selanjutnya didirikanlah Nahdlatut Tujjar, (Pergerakan Kaum Sudagar) yang dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat. Dengan adanya Nahdlatul Tujjar itu, maka Taswirul Afkar, selain tampil sebagi kelompok studi juga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan memiliki cabang di beberapa kota.


Sementara itu, keterbelakangan, baik secara mental, maupun ekonomi yang dialami bangsa Indonesia, akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi, menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini, melalui jalan pendidikan dan organisasi. Gerakan yang muncul 1908 tersebut dikenal dengan Kebangkitan Nasional. Semangat kebangkitan memang terus menyebar ke mana-mana–setelah rakyat pribumi sadar terhadap penderitaan dan ketertinggalannya dengan bangsa lain, sebagai jawabannya,  muncullah berbagai organisai pendidikan dan pembebasan.

Ketika Raja Ibnu Saud hendak menerapkan asas tunggal yakni mazhab wahabi di Mekah, serta hendak menghancurkan semua peninggalan sejarah Islam maupun pra-Islam, yang selama ini banyak diziarahi karena dianggap bi’dah. Gagasan kaum wahabi tersebut mendapat sambutan hangat dari kaum modernis di Indonesia, baik kalangan Muhammadiyah di bawah pimpinan Ahmad Dahlan, maupun PSII di bahwah pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto. Sebaliknya, kalangan pesantren yang selama ini membela keberagaman, menolak pembatasan bermadzhab dan penghancuran warisan peradaban tersebut.

Sikapnya yang berbeda, kalangan pesantren dikeluarkan dari anggota Kongres Al Islam di Yogyakarta 1925, akibatnya kalangan pesantren juga tidak dilibatkan sebagai delegasi dalam Mu’tamar ‘Alam Islami (Kongres Islam Internasional) di Mekah yang akan mengesahkan keputusan tersebut.

Didorong oleh minatnya yang gigih untuk menciptakan kebebsan bermadzhab serta peduli terhadap pelestarian warisan peradaban, maka kalangan pesantren terpaksa membuat delegasi sendiri yang dinamai dengan Komite Hejaz, yang diketuai oleh KH. Wahab Hasbullah.

Atas desakan kalangan pesantren yang terhimpun dalam Komite Hejaz, dan tantangan dari segala penjuru umat Islam di dunia, Raja Ibnu Saud mengurungkan niatnya. Hasilnya hingga saat ini di Mekah bebas dilaksanakan ibadah sesuai dengan madzhab mereka masing-masing. Itulah peran internasional kalangan pesantren pertama, yang berhasil memperjuangkan kebebasan bermadzhab dan berhasil menyelamatkan peninggalan sejarah serta peradaban yang sangat berharga.

Berangkat dari komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc, maka setelah itu dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis, untuk mengantisipasi perkembangan zaman. Maka setelah berkordinasi dengan berbagai kiai, akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh KH. Hasyim Asy’ari sebagi Rais Akbar.

Untuk menegaskan prisip dasar orgasnisai ini, maka KH. Hasyim Asy’ari merumuskan Kitab Qanun Asasi (prinsip dasar), kemudian juga merumuskan kitab I’tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam Khittah NU , yang dijadikan dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan dan politik.


Paham Keagamaan

Nahdlatul Ulama (NU) menganut paham Ahlussunah Wal Jama’ah, sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrim aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrim naqli (skripturalis). Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya Al-Qur’an, Sunnah, tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. Cara berpikir semacam itu dirujuk dari pemikir terdahulu, seperti Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi dalam bidang teologi. Kemudian dalam bidang fikih mengikuti empat madzhab; Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali. Sementara dalam bidang tasawuf, mengembangkan metode Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi, yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariat.


Gagasan kembali ke khittah pada tahun 1984, merupakan momentum penting untuk menafsirkan kembali ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah, serta merumuskan kembali metode berpikir, baik dalam bidang fikih maupun sosial. Serta merumuskan kembali hubungan NU dengan negara. Gerakan tersebut berhasil membangkitkan kembali gairah pemikiran dan dinamika sosial dalam NU.

Sikap Kemasyarakatan
Nahdlatul Ulama (NU) menganut paham Ahlussunah Wal Jama’ah, sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrim aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrim naqli (skripturalis). Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya Al-Qur’an, Sunnah, tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. Cara berpikir semacam itu dirujuk dari pemikir terdahulu, seperti Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi dalam bidang teologi. Kemudian dalam bidang fikih mengikuti empat Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali. Sementara dalam bidang tasawuf, mengembangkan metode Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi, yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariat.

Gagasan kembali ke Khittah pada tahun 1984, merupakan momentum penting untuk menafsirkan kembali ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah, serta merumuskan kembali metode berpikir, baik dalam bidang fikih maupun sosial. Serta merumuskan kembali hubungan NU dengan negara. Gerakan tersebut berhasil membangkitkan kembali gairah pemikiran dan dinamika sosial dalam NU.
Tujuan Organisasi
Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah Wal Jama’ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Usaha Organisasi
  1. Di bidang agama, melaksanakan dakwah Islamiyah dan meningkatkan rasa persaudaraan yang berpijak pada semangat persatuan dalam perbedaan.
  2. Di bidang pendidikan, menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, untuk membentuk muslim yang bertakwa, berbudi luhur, berpengetahuan luas.
  3. Di bidang sosial-budaya, mengusahakan kesejahteraan rakyat serta kebudayaan yang sesuai dengan nilai ke-Islaman dan kemanusiaan.
  4. Di bidang ekonomi, mengusahakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan, dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi rakyat.
  5. Mengembangkan usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Struktur Organisasi
  1. Pengurus Besar (tingkat Pusat)
  2. Pengurus Wilayah (tingkat Propinsi)
  3. Pengurus Cabang (tingkat Kabupaten/Kota)
  4. Majelis Wakil Cabang (tingkat Kecamatan)
  5. Pengurus Ranting (tingkat Desa/Kelurahan)
Untuk tingkat Pusat, Wilayah, Cabang, dan Majelis Wakil Cabang, setiap kepengurusan terdiri dari:
  1. Mustasyar (Penasehat)
  2. Syuriah (Pimpinan Tertinggi)
  3. Tanfidziyah (Pelaksana Harian)
Untuk tingkat Ranting, setiap kepengurusan terdiri dari:
  1. Syuriaah (Pimpinan tertinggi)
  2. Tanfidziyah (Pelaksana harian)


SUMBER DAYA PERADAPAN


Kadang-kadang tampaknya bahwa pahlawan hanya kreasi dari mitos, bahwa hanya melalui kefasihan pendongeng dan penyair Laki-Wanita hanya dapat menjadi naik status. Dibutuhkan penyanyi lagu-lagu untuk meningkatkan realitas sampai-hal duniawi dapat bercita-cita untuk terbaik.


Kisah cerita dalam halaman INDONESIA semua lebih luar biasa.Ini menggambarkan, secara singkat,bahwa kehidupan seorang pria wanita yang awal tahun, dihabiskan di pengasingan,kebebasan,perbatasan sepertinya tidak menguntungkan tetapi yang mengatur tentang kebohongan hidup, sebagai sedikit lebih dari pemuda yang pengangguran membawa kesenangan sesaat,untuk mengembalikan hak kesulungan keluarganya, martabat dan kekayaan dan yang kemudian, terhadap semua peluang golongan tertentu, meskipun kesetiaan suku yang saling bertentangan dan intrik kekuasaan kolonial, untuk membangun Kerajaan & kekayaan abadi yang kurang lebih ukuran Eropa Barat.Apalagi di INDONESIA


Cerita ini memiliki fitur yang luar biasa masih lebih daripada yang mereka ungkapkan kepada mereka adalah membawa dampak kemunafikan . Pria yang adalah subjek dari sumber  hidup bukan ratusan atau ribuan tahun yang lalu - tetapi dalam abad ke abad kita sendiri. Dan, tidak seperti tokoh-tokoh kuat lainnya dari abad kita, ia tidak menemukan kediktatoran, setan menindas tetapi monarki jinak, didirikan pada konsultasi dan konsensus, dengan hak asasi manusia dijamin terhadap semua manipulasi manusia dengan ketaatan agamanya - Islam.

KOMITMEN BANGSA POSITIF


-          Tingkat kepercayaan dikerjakan dengan penuh tanggung jawab.
-    Rela senantiasa jiwa tercurah dalam menjalankan tugas yang ditetapkan.
-          Adil dalam mewujudkan semangat pemerintahan yang lebih baik.
-          Nurani tak diabaikan dalam mengambil keputusan pasti.
-        Sosial untuk maju ke depan merupakan jangkar dalam percepatan pengembangan diri yang penuh ikhlas.
-    Perubahan menuju petunjuk yang lebih dilakukan teliti dengan konsep 3D dari tersebar, terbesar, terkecil.
-  Akuntabilitas keuangan kepada masyarakat diselenggarakan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
-  Resiko dan manfaat dipertimbangkan dengan cermat dalam menyusun program dan kegiatan.
-          Anggaran pemerintah ditetapkan berlandaskan prestasi kerja dan prioritas kebutuhan masyarakat.
-   Negara, rakyat dan pemerintah menyatu sejahtera adalah visi kualitas kerja berkesinambungan.


BUDAYA INDONESIA


PENDAHULUAN BUDAYA INDONESIA

Indonesia merupakan negeri yang kaya dengan keanekaragaman, baik itu keanekaragaman geografis, keanekaragaman etnis, maupun keanekaragaman agama, keyakinan dan kepercayaan. Secara ditandai oleh perbedaan secara horizontal, juga terdapat perbedaan-perbedaan vertical yaitu : perbedaan-perbedaan secara ekonomi, pendidikan dan kemakmuran. Perbedaan-perbedaan inilah yang memberi corak dan warna yang spesifik masing-masing daerah yang didukung oleh etnic sebagai pendukung budaya-budaya lokal.

Bagi suatu negara yang terdiri dari ribuan pulau dan ribuan etnic seperti Indonesia ini, persatuan dan kesatuan nampaknya bukan merupakan hal yang mudah, kecuali diadakan upaya untuk menumbuh kembangkan budaya local dalam rangka memupuk rasa kebanggaan citra diri, identitas diri dan etnic dengan suku lain di Indonesia, pemupukan citra diri dan identitas diri serta etnic dan suku lain di Indonesia.

Pemupukan citra diri dan identitas diri serta komunikasi dalam budaya tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan, agar rasa kebersamaan suatu bangsa dapat terus meningkat dalam konteks ini budaya local benar-benar merupakan asset bangsa yang harus dikembangkan dan diberdayakan untuk mendukung proses kemandirian masyarakat sekaligus memupuk rasa persatuan dan kesatuan yang selama ini masih perlu mendapatkan perhatian secara serius. 

Dalam Garis-garis Basar Haluan Negara (GBHN) tahun 1999-2004 disebutkan bahwa pengembangan kebudayaan suatu bangsa perlu ditumbuhkan dengan merumuskan nilai-nilai kebudayaan terhadap totalitas perilaku kehidupan ekonomi, politik, hukum dan kegiatan kebudayaan dalam rangka pengembangan kebudayan nasional, serta pengembangan kebebasan berkreasi dan berkesenian dan mengembangkan sikap kritis terhadap nilai-nilai budaya yang serasi dan kondusif untuk menghadapi tantangan pembangunan bangsa di masa depan. Nilai-nilai budaya berfungsi sebagai panutan masyarakat yang tidak hanya mampu membangun dirinya tetapi juga tangguh menghadapi tantangan. Sehingga pada tahun 1998 Pemerintah mencanangkan tahun tersebut sebagai tahun seni dan budaya, yang ditandai dengan diurusinya bidang seni dan budaya oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Pertahanan Keamanan, Departemen Dalam Negeri dan Departemen Pariwisata Seni dan Budaya.

Untuk hal tersebut diatas, dalam rangka pembangunan daerah, Revitalisasi elemen-elemen budaya local yang menjadi identitas masyarakat dan daerah yang bersangkutan penting di lakukan. Salah satu langkah guna mencapai hal-hal tersebut diatas adalah dengan melakukan identifikasi budaya etnis local/daerah dalam rangka pengembangan daerah.

Dengan asumsi budaya local merupakan asset penting daerah yang dapat berfungsi sebagai pendorong bagi pembangunan dan pengembangan daerah, maka perlu diupayakan identifikasi, pemberdayaan dan sekaligus pemanfaatan produk-produk budaya serta pariwisata untuk kepentingan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pendukungnya di Kawasan Timur Indonesia.

Dalam berotonomi daerah serta menghadapi pasar global dan AFTA tahun 2003, perkembangan Seni dan Budaya serta Pariwisata di Kawasan Timur Indonesia maju dengan sangat pesat. Hal ini akibat kestabilan politik, ekonomi dan keamanan di Indonesia, sangat memungkinkan tumbuh dan berkembangnya sector dunia pariwisata di berbagai daerah Kawasan Timur Indonesia. Banyak bermunculan hotel-hotel besar dan menengah, Perusahaan Biro Perjalanan, Perusahaan-perusahaan Angkutan baik darat, laut maupun udara yang tumbuh bagaikan jamur dimusim hujan.


1.    Visi                    :    Mengembangkan sayap bisnis di era Globalisasi secara berkesinambungan Memperluas jaringan baik dalam maupun luar yaitu : menjadi Perusahaan yang paling kreatif & inofatif. Pada bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi

2.    Misi                   :    Meningkatkan Perusahaan adalah memberi pendidikan pelayanan yang lebih baik, menciptakan hubungan saling menguntungkan dengan swasta, Pemerintah maupun media massa dalam system budaya Perusahaan meneladani semangat yaitu : peduli, positif dan antusias, komunikatif, kerjasama, disiplin dan bertanggung jawab, komitmen & produktif.


3.    Tugas               :    Sebagai sebuah penghubung jaringan yang langsung berada di bawah pengawasan Menteri Pendidikan Nasional, Inter face biochip Computer berusaha mampu bertugas melaksanakan, mengkoordinasikan dan membina kegiatan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri.

4.    Fungsi              :    Merumuskan kebijakan Teknis di bidang pengembangan dan pembinaan pendayahgunaan Teknologi Informasi & komunikasi untuk pendidikan jarak jauh / terbuka. Mengembangkan system dan model pembelajaran melalui Pendayagunaan Teknologi Informasi & Komunikasi untuk pendidikan jarak jauh/terbuka, termasuk pelayanan konsultasi, mengembangkan program media untuk semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan termasuk pelayanan konsultasi. Fasilitas warnet terbuka memberi akses system informasi manajemen Transfer data, gambar, audio, dan audio visual melalui jejaring pendidikan nasional & internasional.


5.    Kualitas            :    Menjadi hal yang utama bahwa kualitas adalah nafas hidup. Sehingga segala daya upaya fikiran dilakukan untuk mendukung sumberdaya manusia yang berkualitas. Pelatihan semua aspek mutu untuk meningkatkan kesejahteraan. Kepuasan pelanggan dalam pelayanan menjadi tanggung jawab pengawasan dan pengembangan yang berkesinambungan selalu dilakukan dalam proses produksi. Hal ini di dukung pengaduan yang muncul serta tenaga kerja yang berpotensi, sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan terjamin sesuai kebutuhan pelayanan pelanggan. Aplikasi perangkat ini memberikan kemudahan untuk memperoleh data akurat dalam waktu singkat.

6.    Produktifitas    :    Efisien pada semua aspek dan tingkat usaha/kerja dengan mengerahkan semua daya upaya dan fikiran untuk menghasilkan Tingkat Produktivitas yang tinggi dan daya saing kompetitif. Proses terjamin sepanjang pengawasan yang akurat melengkapi penelitian dan pengembangan dengan penyerapan informasi di lakukan secara strategis. Pengembangan berusaha agar lebih cepat dan ramah lingkungan diantaranya adalah Pelayanan Pelanggan secara teliti dan seksama.

7.    Tepat Waktu   :    Disiplin dan sikap menghargai waktu harus menjadi budaya kerja bagi seluruh jajaran. Untuk menghimpun jaringan informasi melalui solusi. Management kualitas untuk menjadikan kualitas prima di perusahaan. System Management mutu hal ini di dasari motivasi untuk mencapai kepuasan bagi pelayanan pelanggan.

8.    Kilas Prospek  :    Tim TKPK Tingkat nasional berkedudukan di Jakarta, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya, sedangkan satuan tugas pelaksana di daerah berada pada II Propinsi.Dengan surat keputusan Presiden no. 27 tahun 1978, Tim TKPK di tingkatkan menjadi pusat Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan, di singkat pusat TKPK, yang sekarang ini dikenal dengan sebutan Teknologi Globalisasi. Sampai dengan tahun 2010. Teknologi yang berkedudukan di Jakarta mempunyai 3 pendiri pengembang media di Surabaya. Balai Pengembang Media Televisi, di Semarang balai pengembang multimedia dan Yogyakarta Balai pengembang radio. Selain itu implementasi pendayagunaan TIK untuk Pendidikan di daerah di dukung oleh sejumlah unit pelaksana Teknis (UPT). Di daerah berupa 20 UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah).
Sejalan dengan perkembangan Teknologi Informasi & komunikasi pendidikan maka sejak tahun 2000, IT memperluas lingkup kerjanya dengan menambah unsur Teknologi Informasi ke dalam tugasnya. Sehingga nama lembaga IT Indonesia ini menjadi Pusat Teknologi Pendidikan Informasi & komunikasi.
IT merupakan salah satu pusat yang berada langsung di bawah sekretariat Jendral Departemen Pendidikan Nasional seuai dengan Permendiknas No. 23 Thn 2005 tentang organisasi dan tata kerja pusat-pusat di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional, berdasarkan Permendiknas. Penetapan tersebut sebagai penanggung jawab TIK Departemen juga mengatur tentang organisasi. Pengolahan infrastruktur aplikasi serta pengolaan sistem informasi dan konten tata kelola TIK Departemen, petugas pengelola-pengelola TIK Departemen Pemantauan dan Pengawasan


9.    Umum               :  Perkembangan Teknologi secara Nasional bertujuan nuntuk meningkatkan jaringan devisa negara, memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat rasa persaudara’an antar negara. Mendorong perkembangan daerah negara tetap untuk memelihara kepribadian bangsa dan kelestarian lingkungan hidup sejalan dengan tujuan perkembangan Teknologi Nasional dan Internasional tersebut, maka kegiatan sub sektor informasi dan komunikasi harus mampu mengahadapi tentang area global dunia dengan memberikan produk-produk maupun perngkat yang dapat bersaing dengan Negara lain. Disamping usaha pemasaran Teknologi yang lebih luas terjangjangkau skalar Internasiaonal, sehingga sub sectot teknologi menjadi sectorkan dampak langsung terdapat peningkatan kesejahteraan masyarakat penerimaan devisa negara dan pendapat daerah dari sector teknologi masih belum memnuhi target yang dioharapkan pertisipasi pemerintah, usaha negara dan pemerintah dan masyarakan masih terus dituntutut peran aktifnya. Berkembanganya sector teknologi pada suatu daerah akan berpengaru akan menjadi perangsang untuk perkembangan pembangunan sector lainya , selain memperluas lapangan lapangan keja baru dan kesempatan berusaha menumbuhkan rasa kecintaan terhadap nilai-niali budaya yang dimiliki melalui kreativitas karya seni budaya potensi-potensi Teknologi yang ditampilkan oleh masing – masing Negara Nasional dan Internasional.

Kamis, 25 Juli 2013

Sumber Bacaan:

Ideologi Politik

PENDAHULUAN
Bab ini akan membahasa tentang golongan berpengaruh dan berkepentingan, dimana kedua golongan tersebut merupakan ujung tombak dalam mensukseskan pemilu dan tertibnya Negara. Disisi lain dari golongan ini pula lahir beragam ideologi yang mana dari dahulu hingga sekarang ideologi tersebut menjadi pegangan masyarakat.

Golongan berpengaruh dan berkepentingan;
Asosiasi independen yang dibentuk atas dasar kesepakatan bersama dengan memakai beragam cara untuk menekan pemerintah.

Faktor – faktor tumbuhnya:
1.Pertumbuhan peradaban industry
2.Aktifitas Negara yang meluas
3.Gagalnya semangat demokrasi
4.Gagalnya partai politik
5.Sitem perwakilan daerah

Ideologi politik

Istilah ideologie dicetuskan oleh filsuf Perancis, Antoine Destutt de Tracy (1796) sebagai ilmu tentang pikiran manusia yang mampu menunjukan arah yang benar menuju masa depan. Jadi semula ideologi adalah ilmu seperti juga biologi, psikologi, fisika dll. Dari semacam ilmu atau kajian ideologi bergeser menjadi paham, doktrin, atau “keimanan”.

Destertt de Tracy : Ideologi adalah studi terhadap ide – ide/pemikiran tertentu.
Descartes  : Ideologi adalah inti dari semua pemikiran manusia.
Machiavelli : Ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa.
Thomas H  : Ideologi adalah suatu cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah agar dapat bertahan dan mengatur rakyatnya.
Bacon : Ideologi adalah sintesa pemikiran mendasar dari suatu konsep hidup.
Karl Marx  : Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.
Napoleon  : Ideologi keseluruhan pemikiran politik dari rival–rivalnya.
Muhammad Muhammad Ismail : Ideologi (Mabda’) adalah Al-Fikru al-asasi al-ladzi hubna Qablahu Fikrun Akhar, pemikiran mendasar yang sama sekali tidak dibangun (disandarkan) di atas pemikiran pemikiran yang lain. Pemikiran mendasar ini merupakan akumulasi jawaban atas pertanyaan dari mana, untuk apa dan mau kemana alam, manusia dan kehidupan ini yang dihubungkan dengan asal muasal penciptaannya dan kehidupan setelahnya?
Dr. Hafidh Shaleh : Ideologi adalah sebuah pemikiran yang mempunyai ide berupa konsepsi rasional (aqidah aqliyah), yang meliputi akidah dan solusi atas seluruh problem kehidupan manusia. Pemikiran tersebut harus mempunyai metode, yang meliputi metode untuk mengaktualisasikan ide dan solusi tersebut, metode mempertahankannya, serta metode menyebarkannya ke seluruh dunia. 
Taqiyuddin An-Nabhani  : Mabda’ adalah suatu aqidah aqliyah yang melahirkan peraturan. Yang dimaksud aqidah adalah pemikiran yang menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan hidup, serta tentang apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan, di samping hubungannya dengan Zat yang ada sebelum dan sesudah alam kehidupan di dunia ini. Atau Mabda’ adalah suatu ide dasar yang menyeluruh mengenai alam semesta, manusia, dan hidup. Mencakup dua bagian yaitu, fikrah dan thariqah.

Dalam ilmu sosial, Ideologi politik adalah sebuah himpunan ide dan prinsip yang menjelaskan bagaimana seharusnya masyarakat bekerja, dan menawarkan ringkasan order masyarakat tertentu. 
Ideologi politik biasanya mengenai dirinya dengan bagaimana mengatur kekuasaan dan bagaimana seharusnya dilaksanakan.

Teori komunis Karl Marx, Friedrich Engels dan pengikut mereka, sering dikenal denganmarxisme, dianggap sebagai ideologi politik paling berpengaruh dan dijelaskan lengkap padaabad 20.
Contoh ideologi lainnya termasuk: anarkisme, kapitalisme, komunisme, komunitarianisme,konservatisme, neoliberalisme, demokrasi kristen, fasisme, monarkisme, nasionalisme,nazisme, liberalisme, libertarianisme, sosialisme, dan demokrat sosial.

Kepopuleran ideologi berkat pengaruh dari "moral entrepreneurs", yang kadangkala bertindak dengan tujuan mereka sendiri. Ideologi politik adalah badan dari ideal, prinsip,doktrin, mitologi atau simbol dari gerakan sosial, institusi, kelas, atau grup besar yang memiliki tujuan politik dan budaya yang sama. Merupakan dasar dari pemikiran politik yang menggambarkan suatu partai politik dan kebijakannya.
Ada juga yang memakai agama sebagai ideologi politik. Hal ini disebabkan agama tersebut mempunyai pandangan yang menyeluruh tentang kehidupan. Islam, contohnya adalah agama yang holistik.
William T. Blumh. Guru besar dalam political science pada Chicago University, dalam bukunya Modern Political : Ideologies dan and Attitude (Culture), melihat ada 4 (empat) teori mengenai ideologi ( dalam Siswono, 2005), sebagai berikut :

Teori Kepentingan 
Bahwa ideologi itu bersifat kejiwaan yang bisa diselidiki dan dijelaskan. Ide yang terbentuk sebagai akibat realitas pada diri manusia.

Teori Kebenaran 
Bluhm dalam hal ini mengikuti pandangan filosup wanita Hannah Arendt tentang aktifitas manusia di dunia yang merefleksikan ideologi, yakni untuk menjalankan proses kehidupan. Ideologi kemudian muncul secara rasional dan bebas, yang ingin mewujudkan hakikat “ kebenaran “.

Teori Kesulitan Sosial
Ideologi lahir dari hal-hal yang tidak disadari, sebagai pola jawaban terhadap kesulitan-kesulitan yang timabul dari masyarakat kesulitan tersebut sebagai patologi yang memerlukan obat dan penyembuhan, maka fungsi idelogi adalah remedial atau kuratif.

Teori Kesulitan Kultural 
Ideologi timbul karena hal-hal yang menyangkut hubungan perasaan dan arti hidup (sentiment and meaning). Kedudukan ideologi sama seperti ilmu pengetahuan teknologi, agama dan filsafat. Akibat selalu ada dislokasi sosial dan kultural dalam kehidupan manusia, maka manusia memerlukan arti hidup yang baru dan segar.
Dari empat teori terbentuknya ideologi Bluhm tersebut di atas (kepentingan, kebenaran, kesulitan sosial, dan kesulitan kultural), maka pandangan hidup sebagi follow- up ideologi akhirnya juga harus mampu menghadapi 4 (empat) masalah besar kemanusiaan, yakni:

a) mampu mengatasi kepentingan kehidupannya
b) menciptakan pandangan hidup yang berisi kebenaran yang diaktualisasikan.
c) menghilangkan semua kesulitan sosial dan
d) menghapuskan semua keruwetan kultural melalui otoritas politik yang kuat.

Bentuk-Bentuk Ideologi Politik
Dalam ilmu politik, dewasa ini berkembang banyak ideologi diantaranya adalah, kapitalisme, liberalisme, sosialisme, pancasila dan lain sebagainya. Dengan konflik itu melahirkan kemajuan ilmu sosial yang, terutama ilmu politik yang makin berkembang maju dan melahirkan berbagai paradigma baru. 
Berikut ini akan dipaparkan ideoogi-ideologi yang terdapat dalam ilmu politik.

1) Kapitalisme
Kapitalisme merupakan suatu ideologi yang mengagungkan kapital milik perorangan atau milik sekelompok kecil masyarakat sebagai alat penggerak kesejahteraan manusia. Bapak ideologi kapitalisme adalah Adam Smith dengan Teorinya the Wealth Of Nations, yaitu kemakmuran bangsa-bangsa akan tercapai melalui ekonomi persaingan bebas, artinya ekonomi yang bebas dari campur tangan negara.
Kapitalisme adalah sebuah ajaran yang didasarkan pada sebuah asumsi bahwa manusia secara individu adalah makhluk yang tidak boleh dilanggar kemerdekaannya dan tidak perlu tunduk pada batasan –batasan sosial .

2) Liberalisme
Menurut faham liberalisme, manusia pada hakikatnya adalah sebagai makhluk individu yang bebas. Manusia dalam perspektif libreralisme sebagai pribadi yang utuh dan lengkap yang terlepas dari manusia lainnya. Manusia sebagai individu memliki potensi dan senantiasa berjuang untuk kepentingan dirinya sendiri.

3) Sosialisme
Sosialisme merupakan suatu ideologi yang mengagungkan kapital milik bersama seluruh masyarakat atau milik negara sebagai alat penggerak kesejahteraan manusia. Kepemilikan bersama kapital atau kepemilikan kapital oleh negara adalah dewa diatas segala dewa, artinya semua yang ada di dunia harus dijadikan kapital bersama seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui sistem kerja sama, hasilnya untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama, dan distribusi hasil kerja berdasar prestasi kerja yang telah diberikan.

4) posmodernisme dan posmarsisme kedua ideologi ini karena kontradiksi 

antara kapitalisme dan sosialisme yang makin menajam.sebagian besar ilmuwan politik mencari jalan keluar dan menemukan realitas, bahwa pemikir kapitalis mencari jalan keluar berupa posmarxisme. Kedua ideologi ini hakikatnya adalah revisionisme, mengaburkan paham kapitalisme dan sosialisme.

a) Posmodernisme
Postmodernisme merupakan ideologi tentang hak untuk berbeda 
( The Right of Different) yang menolak penyelamatan manusia dari penghisapan manusia atas manusia yang dikumandangkan oleh ideologi sosialisme, dan menolak hegemoni dan dominasi kapital terhadap kehidupan manusia. 

b) posmarxisme
pormaxisme merupakan ideologi kaum intelektual bekas kaum Marxist yang ingin memperbaiki nasib rakyat jelata melalui program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah borjuis.
Pormaxisme berlawanan marxisme, yaitu ideologi lahir dari kesadaran kaum buruh untuk mengubah nasibnya dan penindasan, penghisapan kaum kapitalis melalui revolusi sosial.

5. Konservatisme
Hal atau unsure yang terkandung di dalamnya, antara lain:
1. inti pemikiran : memelihara kondisi yang ada, mempertahankan kestabilan, baik berupa kestabilan yang dinamis maupun kestabilan yang statis. Tidak jarang pula bahwa pola pemikiran ini dilandasi oleh kenangan manis mengenai kondisi kini dan masa lampau
2. filsafatnya adalah bahwa perubahan tidak selalu berarti kemajuan. Oleh karena itu, sebaiknya perubahan berlangsung tahap demi tahap, tanpa menggoncang struktur social politik dalam negara atau masyarakat yang bersangkutan.
3. landasan pemikirannya adalah bahwa pada dasarnya manusia lemah dan terdapat “evil instinct and desires” dalam dirinya. oleh karena itu perlu pola-pola pengendalian melalui peraturan yang ketat
4. system pemerintahan (boleh): demokrasi, otoriter

6. Komunisme            
Gelombang komunisme abad kedua puluh ini, tidak bisa dilepaskan dari kehadiran Partai Bolshevik di Rusia. Gerakan-gerakan komunisme international yang tumbuh sampai sekarang boleh dikatakan merupakan perkembangan dari Partai Bolshevik yang didirikan oleh Lenin
1. inti pemikiran: perjuangan kelas dan penghapusan kelas-kelas dimasyarakat, sehingga negara hanya sasaran antara.
2. landasan pemikiran : a. penolakan situasi dan kondisi masa lampau, baik secara tegas ataupun tidak, b. analisa yang cendrung negatif terhadap situasi dan kondisi yang ada, c. berisi resep perbaikan untuk masa depan dan, d. rencana-rencana tindakan jangka pendek yang memungkinkan terwujudnya tujuan-tujuan yang berbeda-beda.
3. system pemerintahan (hanya): otoriter/totaliter/dictator.

7. Marxisme
Marxisme, dalam batas-batas tertentu bisa dipandang sebagai jembatan antara revolusi Prancis dan revolusi Proletar Rusia tahun 1917. Untuk memahami Marxisme sebagai satu ajaran filsafat dan doktrin revolusioner, serta kaitannya dengan gerakan komunisme di Uni Soviet maupun di bagian dunia lainnya, barangkali perlu mengetahui terlebih dahulu kerangka histories Marxisme itu sendiri.
Berbicara masalah Marxisme, memang tidak bisa lepas dari nama-nama tokoh seperti Karl Marx (1818-1883) dan Friedrich Engels (1820-1895). Kedua tokoh inilah yang mulai mengembangkan akar-akar komunisme dalam pengertiannya yang sekarang ini. Transisi dari kondisi masyarakat agraris ke arah industrialisasi menjadi landasan kedua tokoh diatas dalam mengembangkan pemikirannya. Dimana eropa barat telah menjdai pusat ekonomi dunia, dan adanya kenyataan di mana Inggris Raya berhasil menciptakan model perkembangan ekonomi dan demokrasi politik.
Tiga hal yang merupakan komponen dasar dari Marxisme adalah :
1. filsafat dialectical and historical materialism
2. sikap terhadap masyarakat kapitalis yang bertumpu pada teori nilai tenaga kerja dari David Ricardo (1772) dan Adam Smith (1723-1790)
3. menyangkut teori negara dan teori revolusi yang dikembangkan atas dasar konsep perjuangan kelas. Konsep ini dipandang mampu membawa masyarakat ke arah komunitas
kelas.

8. Feminisme
1. Inti pemikiran : emansipasi wanita
2. Landasan pemikiran: bahwa wanita tidak hanya berkutat pada urusan wanita saja melainkan juga dapat melakukan seprti apa yang dilakukan oleh pria. Wanita dapat melakukan apa saja.
3. System pemerintahan: demokrasi

9. Fasisme
Semboyan fasisme, adalah “Crediere, Obediere, Combattere” (yakinlah, tunduklah, berjuanglah). Berkembang di Italia, antara tahun 1992-1943. setelah Benito Musolini terbunuh tahun 1943, fasisme di Italia berakhir. Demikian pula Nazisme di Jerman. Namun, sebagai suatu bentuk ideology, fasisme tetap ada.
Fasisme banyak kemiripannya dengan teori pemikiran Machiavelistis dari Niccolo Machiavelli, yang menegaskan bahwa negara dan pemerintah perelu bertindak keras agar “ditakuti” oleh rakyat. fasisme di Italis (=Nazisme di Jerman), sebagai system pemerintahan otoriter dictator memang berhasil menyelamatkan Italia pada masa itu (1922-1943) dari anarkisme dan dari komunism. Walaupun begitu, kenyataannya adalah, bahwa fasisme telah menginjak-nginjak demokrasi dan hak asasi.

1.Inti pemikiran : negara diperlukan untuk mengatur masyarakat
2. filsafat : rakyat diperintah dengan cara-cara yang membuat mereka takut dan dengan demikian patuh kepada pemerintah. Lalu, pemerintah yang mengatur segalanya mengenai apa yang diperlukan dan apa yang tidak diperlukan oleh rakyat
3. landasan pemikiran : suatu bangsa perlu mempunyai pemerintahan yang kuat dan berwibawa sepenuhnya atas berbagai kepentingan rakyat dan dalam hubungannya dengan bangsa-bangsa lain. oleh karena itu, kekuasaan negara perlu dipergang koalisi sipil dengan militer yaitu partai yang berkuasa (fasis di Italia, Nazi di Jerman, Peronista di Argentina) bersama-sama pihak angkatan bersenjata
4. system pemerintahan (harus) : otoriter.

10. Demokrasi
Demokrasi artinya hukum untuk rakyat oleh rakyat. kata ini merupakan himpunan dari dua kata : demos yang berarti rakyat, dan kratos berarti kekuasaan. Jadi artinya kekuasaan ditangan rakyat.

Sebenarnya pemikiran untuk melibatkan rakyat dalam kekuasaan sudah muncul sejak zaman dahulu. Di beberapa kota Yunani didapatkan bukti nyata yang menguatkan hal ini, seperti di Athena dan Sparta. Hal ini pernah diungkapkan Plato, bahwa sumber kepemimpinan ialah kehendak yang bersatu milik rakyat. dalam suatu kesempatan Aristoteles menjelaskan macam-macam pemerintahan, dengan berkata,“ada tiga mcam pemerintahan: kerajaan, aristokrasi, republik, atau rakyat memagang sendiri kendali urusannya.”

1. inti pemikiran: kedaulatan ditangan rakyat
2. filsafat : menurut Dr. M. Kamil Lailah menetapkan tiga macam justifikasi ilmiah dari prinsip demokrasi, yaitu: a. ditilik dari pangkal tolak dan perimabngan yang benar, bahwa system ini dimaksudkan untuk kepentingan social dan bukan untuk kepentingan individu, b. unjustifikasi berbagai macam teori yang bersebrangan dengan prinsip demokrasi, c. opini umum dan pengaruhnya
3. landasan pemikiran. Rakyat membuat ketetapan hukum bagi dirinya sendiri lewat dewan perwakilan, yang kemudian dilaksanakan oleh pihak pemerintah atau eksekutif.
4. system pemerintahan (harus) : domokrasi

11. Neoliberalisme

1. Inti pemikiran : mengembalikan kebebasan individu
2. filsafat : sebagai perkembangan dari liberalisme
3. landasan pemikiran : setiap manusia pada hakikatnya baik dan berbudi pekerti
4. system pemerintahan : demokrasi

Faham Keagamaan 
Ideologi keagaamaan pada hakikatnya memiliki perspektif dan tujuan yang berbeda dengan ideologi liberalisme dan komunisme. Sebenarnya sangat sulit untuk menentukan tipologi ideologi keagamaan, karena sangat banyak dan beraneka ragamnya wujud, gerak dan tujuan dari ideologi tersebut.
Namun secara keseluruhan terdapat suatu ciri bahwa ideologi keagamaan senantiasa mendasarkan pemikiran, cita-cita serta moralnya pada suatu ajaran agama tertentu. Gerakan-gerakan politik yang mendasar pada suatu ideologi keagamaan lazimnya sebagai sauatu reaksi atas ketidakadilan, penindasan, serta pemaksaan terhadap suatu bangsa, etnis, ataupun kelompok yang mendasarkan pada suatu agama.

Ideologi Pancasila 
Pancasila sebagai ideologi memiliki karakter utama sebagai ideologi nasional. Ia adalah cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa indonesia untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat yang adil dan makmur.
Pancasila adalah ideologi kebangsaan karena ia digali dan dirumuskan untuk kepentingan membangun negara bangsa Indonesia. Pancasila yang memberi pedoman dan pegangan bagi tercapainya persatuan dan kesatuan dikalangan warga bangsa dan membangun pertalian batin antara warga negara dengan tanah airnya.

PENUTUP

Golongan berpengaruh dan berkepentingan adalah leader didalam masyarakat tapi memiliki image yang berbeda dimata masyarakat. Jika kita teliti dengan seksama, golongan berpengaruh memiliki massa yang setia dibandingkan dengan golongan berkepentingan dikarnakan kedua kelompok tersebut memiliki misi dan visi terhadap masyarkat. Disisi lain ideologi dari kedua kelompok tersebut menciptakan beragam pandangan masyarakat, sehingga tampa kita sadari masyarakat telah belajar banyak dari mereka.

Sumber Bacaan:
1.  R. C. Agarwal ( 2008 ) Political Theory. S. Chand & company Ltd, Ram Nagar, New Delhi.
2.  S. N Dubey ( 2007 ) Political Science Theory. Lakshmi Narain Agarwal, sanjay Place – Agra.
3. Carlton Clymer Rodee, Thomas H. Greene ( 2006 ) Pengantar Ilmu politik. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
4.  K. K Mishra ( 2005) Political Theory. S. Chand & company Ltd, Ram Nagar, New Delhi
5.  A.C Kapur ( 2006 ) Principles Of Political Science. . Lakshmi Narain Agarwal, sanjay Place – Agra.
6.  Budiarjo, Miriam. 2004. “Dasar-Dasar Ilmu Politik”. Jakarta : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.



Ideology

Ideology berasal dari bahasa Yunani dan merupakan gabungan dari dua kata yaitu edios yang artinya gagasan atau konsep dan logos yang berarti ilmu. Pengertian ideology secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Dalam arti luas, ideology adalah pedoman normative yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nila dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi.

Ada beberapa istilah ideology menurut beberapa para ahli yaitu:

a. Destut De Traacy :istilah ideology pertama kali dikemukakan oleh destut de Tracy tahun 1796 yang berarti suatu program yang diharapkan dapat membawa suatu perubahan institusional dalam masyarakat Perancis.
b. Ramlan Surbakti membagi dalam dua pengertian yakni :
1. Ideologi secara fungsional : seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan Negara yag dianggap paling baik.
2. Ideologi secara structural : suatu system pembenaran seperti gagasan dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa.

Statement Lain ?
Secara harfiah ideologi berasal dari kata “ide” dan “logis” yang dapat diartikan sebagai aturan / hukum tentang ide, konsep ini berasal dari Plato (Takwim, 2003). Ditinjau dari pendekatan aliran, pengertian ideologi dapat dibagi menjadi 2 kelompok :

Ideologi sebagai seperangkat nilai dan aturan tentang kebenaran yang dianggap terberi, alamiah, universal dan menjadi rujukan bagi tingkah laku manusia

Ideologi sebagai ilmu yang mengkaji bagaimana ide-ide tentang suatu hal diperoleh manusia dari pengalaman serta tertata dalam benak untuk kemudian membentuk kesadaran yang mempengaruhi tingkah laku (Takwim, 2003)

Ideologi sebagai sistem nilai atau keyakinan yang diterima sebagai fakta atau kebenaran oleh kelompok tertentu.

Ideologi Pendidikan
Pendidikan sebagai anggota ilmu pengetahuan sosial tidak terlepas dari pengaruh berbagai sudut pandang para tokoh pemikir pendidikan. Pendidikan berupaya untuk melegitimasi atau melanggengkan tatanan/ struktur pendidikan juga mempunyai tugas untuk melakukan perubahan sosial dan transformasi menuju dunia yang lebih adik. Pendidikan mempunyai tugas agar individu mampu menghadapi perubahan sosial tersebut. Untuk sampai pada pemilihan posisi mana yang akan dijalankan (apakah melanggengkan struktur atau merubah struktur) dapat dicapai melalui ideologi pendidikan mana yang akan dianut.

Paradigma Pendidikan
Pembagian yang pertama dikemukakan oleh Henry Giroux dan Aronowitz, menurutnya ideologi pendidikan dapat dibagi menjadi tiga yaitu :

Paradigma Konservatif
Menurut para penganut paradigma ini, hanya Tuhanlah yang dapat merencanakan keadaan masyarakat dan hanya Tuhan yang mengetahui makna dibalik itu. Kaumj konservatif melihat pentingnya harmoni dalam masyarakat dan menghindari konflik dan kontradiksi dan bertujuan untuk mempertahankan status quo

Paradigma Liberal
Maka menurut mereka tugas pendidikan menyesuaikan pendidikan dengan kondisi politik dan ekonomi di luar dunia pendidikan dengan jalan memecahkan berbagai politik

Paradigma Kritis
Menurut paradigma ini, pendidikan merupakan arena perjuangan politik. Masalah pendidikan adalah melakukan refleksi kritis terhadap “the dominant ideologi” ke arah transformasi sosial.

Kesadaran Magis
Freire menggolongkan kesadaran manusia menjadi kesadaran magis, naif dan kritis

Kesadaran Magis
Tipe kesadaran ini lebih melihat faktor dari luar manusia sebagai penyebab ketidakberdayaan

Kesadaran Naif
Dalam hal ini “aspek manusia” yang menjadi akar permasalahan dalam masyarakat.

Kesadaran Kritis atau Radikal
Menyadari struktur dan sistem sosial, politik ekonomi dan budaya dan akibatnya pada keadaan masyarakat.

Ideologi dan Praktik Pendidikan
Secara umum hal ini dapat dijelaskan bahwa pemikiran seseorang akan mempengaruhi cara bertindak dan cara bersikap dalam kehidupan sehari-hari. Perdebatan partisifatif memposisikan murid sebagai individu yang aktif.



Senin, 22 Juli 2013

Teory Statement


Lembaga Kawasan Donatur Abadi sejuta Umat
Peningkatan Mutu Pembelajaran & Kesadaran

Dasar metode kajian ini menyoal tentang peran pro aktifitas pada lingkungan Lembaga Kawasan Donatur Abadi sejuta Umat Peningkatan Mutu dalam tahap Pembelajaran dan secara khusus untuk mengetahui posisi lembaga mapun beberapa Organisasi khususnya Kota Lamongan. Konsep Dasar sebagai wahana tahap pembelajaran bagi  mahasiswa mahasiswi maupun dalam ruang lingkup warga lingkungan dalam meningkatkan kompetensi akademik. Pengkajian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dimana peneliti bisa memaksimalkan penggalian informasi dari sumber serta melakukan observasi langsung di lapangan. Hasil kajian studi bisa menunjukkan kepercayaan bahwa Lembaga Kawasan Donatur Abadi sejuta Umat dalam tahap awal Mutu Pembelajaran Adalah Kesadaran yang digunakan dalam proses dasar Prinsip karakter di berbagai Ilmu Pendidikan Universitas yang berada di berbagai daerah khususnya Kota Lamongan.

Pengkajian ini akan terlaksana jika memiliki peran pro-aktif sudut pandang terdiri dari ,pendekatan penyampaian pada konsep dasar istilah kata “Bahasa Anak Gaul”seperti contoh ada diberbagai lingkungan kampus UNISLA & UNISDA dibedakan menjadi dua; Pertama Pembelajaran kontroversial konvensional di lingkungan Kampus dan Lingkungan Kota maupun Pedesaan.yang kedua menyampaikan secara transparan sesuai program dalam tahap pembelajaran kesadaran di lapangan yaitu di sekolah dan madrasah sekitar kampus serta sampai terlaksananya pada lingkungan daerah.  Baik jenis yang pertama maupun kedua masing-masing memiliki peran signifikan saling megaitkan satu sama lain bahwa kedua peran ini sangat mendukung dalam peningkatan mutu belajar bagi siswa siswi maupun mahasiswa lainnya.

Kata Kunci : Peran Lembaga Amil Zakat Infaq & Shadaqah (LAZISNU), Peningkatan mutu pembelajaran.
Peran Lembaga Kawasan Donatur Abadi  Sejuta Umat merupakan unsur penting dan salah satu kendaraan syarat bagi keberadaan suatu kelembagaan terorganisai.Hal penting yang diperankan oleh Pc Lamongan guna mendukung pencapaian tujuan pendidikan di perguruan tinggi dalam menyiapkan kompetensi peserta didik, antara lain : memperkaya keilmuan, teknologi, dan seni serta mengembangkan dan menggunakannya di tengah kehidupan masyarakat. Serta berperan sebagai kekuatan moral dan keunggulan kompetitif.  Oleh karenanya, diperlukan pengelolaan lembaga ke perguruan tinggi yang handal sehingga mampu menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni serta kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian dapat difahami bahwa LAZISNU sebagai institusi komplek yang menghasilkan manusia profesional menyediakan ‘lahan administratif’ yang holistik dan komprehensif. Dalam kontek peran manajemen memberikan elemen kunci dalam pengelolaan   dana pasti sesuai maksud & tujuan yang bisa menjalankan ke pengajaran dan penelitian atau menggabungkan keduanya, antara lain; Budaya organisasi, perencanaan strategis, sumber dana dan alokasi sumberdaya, pengambilan keputusan, personalia, dan manajemen kemahasiswaan. Sebagai contoh, dalam perencanaan strategis manajerial disetiap perguruan tinggi  tentu dicanangkan beberapa program dan kebijakan yang mendukung efektifitas ketercapaian tujuan perguruan tinggi dengan mempertimbangkan potensi sumberdaya yang ada. Termasuk didalamnya adalah posisi tataletak dalam perguruan tinggi.
Saat ini, yang penting untuk diketengahkan sebagai permasalahan dalam manajemen perguruan tinggi adalah tingginya orientasi pengajaran dan minimnya penelitian serta lemah dalam pemberian bekal kompetensi lulusan yang berhubungan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Oleh karenanya persoalan relevansi manajemen perguruan tinggi dengan proses perkembangan masyarakat menjadi issu yang urgen untuk dijembatani. Posisi lembaga krisis kepercayaan menjadi salah satu alternatif untuk dipilih sebagai sarana mendekatkan jarak antara cita-cita yang ingin dicapai oleh manajemen perguruan tinggi dengan kebutuhan lulusan yang kompeten.
Dukungan Peran Lembaga Kawasan Donatur Abadi  Sejuta Umat dalam proses belajar di perguruan tinggi dapat dimaknai dalam tritunggal perguruan tinggi agar dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dibidangnya dan mampu bersaing dalam situasi gobal. Dalam bidang Pendidikan dan pengajaran berfungsi untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman spesifik yang erat hubungannya dengan tujuan kurikulum dan performansi yang di kehendaki. Begitu pula bidang penelitian dari lembaga satu ke lembaga lain bisa memberikan sumbangsihnya dalam penelitian eksperimental maupun penelitian survey. Sedangkan dalam bidang pengabdian masyarakat dapat berperan sebagai pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dimana masyarakat memanfaatkan fasilitas.
Keberadaan organisasi di perguruan tinggi juga bisa digunakan sebagai sarana pembelajaran dan praktikum awal mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Ketika perguruan tinggi menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan atau dunia industri dalam mengembangkan proses pembelajaran dan peningkatan ketrampilan teknis praktis guna menghasilkan lulusan yang kompeten. Bahwa statement kerja berbasis belajar merupakan terminologi yang digunakan untuk menggambarkan program kelas perguruan tinggi hasil kerjasama antara universitas dan dunia industri untuk menciptakan kesempatan pembelajaran baru di tempat kerja. Disisi lain melalui Work-based learning (WBL) manajemen perguruan tinggi dapat menggunakan tempat yang berada di industri atau lembaga lain sebagai sarana belajar mahasiswa dan dosen.  Secara garis besar posisi dalam manajemen perguruan tinggi dapat digambarkan pada bagan berikut:
Mengingat strategisnya posisi Peran Lembaga Kawasan Donatur Abadi  Sejuta Umat dalam manajemen program NU Center, maka perlu melihat saran dari berbagai sumber para sesepuhnyan NU (2002) yang masih gaya budaya tradisional dengan kondisi sampai saat ini. Bahwa agar peran dapat saling menunjang pelaksanaan pendidikan pada perguruan tinggi teknik secara efektif perlu ditingkatkan kualitas pengorganisasian fasilitasnya, terutama pada aspek kondisi lingkungan kerja dan keselamatan kerja. Hal mana mengharuskan manajemen perguruan tinggi untuk mengkonsentrasikan posisi Lazisnu sebagai basik utama pengembangan kompetensi mahasiswa dengan melakukan reorganisasi kurikulum, meningkatkan kualitas sarana ptasarana, dan profesionalisme dosen . 

Peran Lembaga Kawasan Donatur Abadi  Sejuta Umat diharapkan menjadi senjata tuan rumah bagi kalangan akademisi dalam mendorong pemahaman internasional, memenuhi kebutuhan kognitif, afektif, dan menggalang pelatihan psikomotorik yang handal. Dengan demikian Lazisnu benar-benar menjadi  pusat pembelajaran dan kegiatan penelitian mahasiswa dan dosen guna menghasilkan temuan dan karya baru yang dapat memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Yang pada gilirannya mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dalam menghadapi masyarakat global.